Minggu, 21 September 2014

Makhluk hidup bercahaya (Part 1)

Hari ini kita akan membahas tentang beberapa makhluk hidup bercahaya. Makhluk hidup yang bercahaya biasanya hidup di tempat gelap untuk menarik mangsanya, bahkan melindungi dirinya sendiri. Penasaran? Langsung saja ya!.

1 Kunang kunang


Kunang kunang adalah kumbang “berlampu”. Cahayanya terlihat jelas di malam hari. Ini dia faktanya:
a.      Cahaya kunang kunang disebut luminescence. Luminescence tersebut dihasilkan oleh zat luciferin yang bereaksi dengan oksigen dibantu enzim luciferase. Nama latinnya Photuris lucicrescens.

b.     Dengan cahaya,  kunang kunang menarik perhatian lawan jenisnya, memperingatkan binatang pemangsanya bahwa mereka makanan yang tidak enak (karena luciferin itu rasanya pahit) dan kunang kunang jenis tertentu memanggil kunang kunang lain untuk dimangsa.

c.      Warna cahaya dan kekuatan kedipannya bermacam macam. Dari jenis cahaya itu, kunang kunang dapat dibedakan jenis dan jenis kelaminnya.

d.     Ada lebih dari 2.000 jenis kunang kunang. Kebanyakan ditemukan di sekitar rawa, hutan, tepi sungai, atau kebun.

e.     Jika kita melihat kunang kunang terbang, kemungkinan besar itu kunang kunang jantan. Sebab, kunang kunang betina lebih suka hinggap di pohon, tanah, atau rerumptan.

2 Anglerfish


Hewan ini hidup di dasar laut, siaga menunggu mangsanya bermodalkan setitik cahaya. Ini beberapa fakta tentang anglerfish:

a.      Anglerfish atau loophiiformes (Melanocetus johnsonii) memiliki antena yang dapat diayun ayunkan ke segala arah. Ada bandul bercahaya di ujung antenanya. Meskipun bandulnya bercahaya, tubuh anglerfish tetap tidak kelihatan karena kulitnya dapat menyerap cahaya disekitarnya.

b.     Anglerfish tidak menghasilkan cahaya sendiri, ia menghasilkan cahaya dengan bantuan bakteri. Bakteri  menghasikan cahaya.

c.      Cahaya ini dijadikan sebagai umpan untuk menjerat mangsanya. Ketika anglerfish mendapat mangsa, bakteri mendapat gizi dari sisa santapan anglerfish.

d.     Anglerfish jarang bergerak. Hanya antenanya yang berayun ayun kesana kemari. Ketika ada mangsa terpancing, mangsa itu langsung ditelan bulat bulat dengan mulutnya yang lebar. Mulutnya yang lebar dapat menelan mangsa yang lebih besar dari ukuran tubuhnya yang dilengkapi gigi gigi tajam yang melengkung ke dalam, membuat mangsa yang ditelannya sulit meloloskan diri.

3 Siput cahaya


Siput ini hidup di dasar lautan. Cahaya hijau yang dipancarkannya akan membuat pemangsanya lari ketakutan. Ini beberapa faktanya:

a.      Siput laut yang bercahaya itu bernama Hinea brasiliana. Ditemukan pertama kali oleh John-Baptise Lamarck pada tahun 1822. Ia banyak ditemukan di pantai utara Selandia Baru dan pantai timur Australia.

b.     Sepintas, Hinea brasiliana hanya terlihat seperti siput biasa. Hanya saja, ketika pemangsanya mendekat, hewan ini langsung memancarkan cahaya hijau.

c.     Cahayanya bisa bertahan hingga 30 menit. Siput pun mempunyai waktu yang panjang untuk bersembunyi di dalam cangkangnya.

d.     Ahli biologi kelautan di institut Kelautan Scripps, California, Dimitri Deheyn, melakukan penelitian. Dia menyimpulkan cahaya siput dihasilkan satu titik di dalam cangkang, kemudian ditebarkan keluar. Ketika memancarkan cahaya, tubuh siput ini terlihat lebih besar karena dia menyebarkan cahaya lewat sel sel cangkangnya.

4 Glowworm


Saat malam tiba, glowworm yang menjuntai bercahaya, bagai lampu berkelap kelip menghiasi gua. Ini dia beberapa faktanya:

a.      Glowworm adalah larva serangga. Nama latinnya Arachnocampa luminosa. Setelah bermetamorfosis, mereka akan berubah menjadi serangga.

b.     Larva ini banyak ditemukan di daerah Australia dan Selandia Baru. Gua Waitomo adalah salah satu tempat tinggal glowworm yang sering dikunjungi wisatawan untuk menikmati indahnya cahaya glowworm.

c.      Cahaya yang keluar dari tubuh larva ini tampak berwarna kuning kehijauan dan biru kehijauan. Dengan cahaya itu, mereka berusaha memancing serangga kecil untuk dijadikan mangsanya.

d.     Glowworm hanya hidup sepanjang 6 sampai 12 bulan. Saat baru menetas dari telur, larva ini panjangnya sekitar 3 sampai 5 mm. Larva ini bisa tumbuh sampai 3 cm.

e.      Larva ini hanya bisa hidup di tempat yang sangat gelap dan lembab. Larva ini mengluarkan lendir yang menyerupai benang dan menempel di atap gua, menjuntai ke bawah dengan panjang kira kira 40 cm.



Sumber referensi :

Bobo File

Sabtu, 20 September 2014

Fakta Kucing




Hai, saat ini kita akan membahas seekor hewan yang lucu. Ya, kucing namanya. Hewan satu ini memiliki fakta fakta ilmiah yang jarang diketahui oleh kita. Daripada basa basi, mendingan kita langsung aja yah!


Fakta pertama 



  1. Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
  2. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji, sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.


Fakta kedua


Di samping itu, dilakukan penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya. Hasil yang didapatkan adalah:
Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti,enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.





Fakta ketiga 



Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia. Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.


Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman



Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia ¼ anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.


Sumber: Pena Umida

Dari fakta fakta itulah terbukti hewan ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan hewan lain untuk dijadikan hewan peliharaan *itulah sebabnya saya memeliharanya!*

sekian dari saya, semoga bermanfaat.

terimakasih sudah berkunjung!